← Kembali ke Materi
Tafsir

Tafsir QS. Al-Baqarah: 153 — Sabar & Shalat, Dua Penolong Sejati

Dr.KH. Andri Lupias Satedy, Lc., MA · 2026-06-17

Tafsir QS. Al-Baqarah: 153 — Sabar & Shalat, Dua Penolong Sejati
Unduh PDF(33 KB)

Ayat Pilihan

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: 153)

Tafsir Para Ulama

1. Imam Ibnu Katsir (Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim) menjelaskan bahwa setelah Allah memerintahkan bersyukur, Dia membimbing hamba-Nya untuk memohon pertolongan dengan sabar dan shalat. Sebab keadaan seorang hamba hanya dua: dalam nikmat lalu ia bersyukur, atau dalam cobaan lalu ia bersabar. Beliau menegaskan bahwa sarana terbaik untuk menanggung segala cobaan adalah kesabaran dan memperbanyak shalat.

2. Imam Ath-Thabari (Jami' Al-Bayan) menjelaskan bahwa Allah memerintahkan orang beriman meminta pertolongan dalam menghadapi musibah dan kesulitan dengan menahan diri (sabar) dari hal-hal yang dimurkai serta dengan mendirikan shalat. Sabar di sini mencakup menahan diri dari maksiat dan tabah dalam menjalankan ketaatan.

3. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di (Taisir Al-Karim Ar-Rahman) menjelaskan bahwa sabar dan shalat adalah penolong terbesar atas segala urusan. Sabar menahan jiwa pada apa yang dibenci hawa nafsu demi meraih ridha Allah, sedangkan shalat adalah penghubung antara hamba dan Rabbnya yang menumbuhkan kekuatan dan ketenangan. Penutup ayat "Allah beserta orang-orang yang sabar" adalah jaminan kebersamaan, pertolongan, dan kemenangan.

Hadits yang Berkaitan

Dari Shuhaib radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sungguh menakjubkan urusan orang beriman; seluruh urusannya adalah kebaikan, dan itu tidak dimiliki siapa pun kecuali orang beriman. Jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya; dan jika ia ditimpa kesulitan ia bersabar, maka itu pun baik baginya." (HR. Muslim no. 2999)

Poin-Poin Penting

  • Dalam menghadapi ujian, Allah menunjukkan dua "senjata" utama orang beriman: sabar dan shalat — bukan keluh kesah atau lari dari masalah.

  • Sabar bukan sikap pasif; ia mencakup menahan diri dari maksiat, tabah dalam ketaatan, dan tegar saat tertimpa musibah.

  • Shalat adalah sandaran langsung kepada Allah; Rasulullah sendiri jika menghadapi persoalan berat segera mendirikan shalat.

  • Penutup ayat "Allah beserta orang-orang yang sabar" adalah janji kebersamaan khusus — Allah menolong, menguatkan, dan memenangkan mereka.

  • Bagi orang beriman, segala keadaan berbuah kebaikan: nikmat disyukuri, musibah disabari — tidak ada yang sia-sia.

Kisah Hikmah

Teladan kesabaran paling agung adalah Nabi Ayyub 'alaihissalam. Allah mengisahkan bagaimana beliau diuji bertahun-tahun: kehilangan harta yang melimpah, kehilangan anak-anak, lalu ditimpa penyakit berat yang lama hingga banyak orang menjauh darinya. Namun beliau tidak pernah berhenti berbaik sangka kepada Allah, hanya berdoa dengan penuh adab: "(Ya Tuhanku), sungguh aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83). Karena kesabarannya, Allah mengangkat seluruh penderitaannya, mengembalikan kesehatan dan keluarganya berlipat ganda, dan mengabadikan pujian untuknya: "Sungguh, Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Sad: 44).

Refleksi

Saat ujian datang — sakit yang tak kunjung sembuh, masalah keuangan, atau hati yang lelah — refleks kita sering mengeluh dulu. Ayat ini menawarkan alamat yang benar untuk mengadu: kembali kepada Allah lewat sabar dan shalat. Lain kali saat dada terasa sesak oleh masalah, jangan buru-buru meraih ponsel untuk mengeluh. Ambil wudhu, dirikan dua rakaat, dan adukan semuanya kepada Allah. Sabar bukan berarti diam menyerah, tapi bertahan dengan tetap dekat kepada-Nya — karena Allah bersama orang-orang yang sabar.

— DR. H. Andri Lupias Satedy, Lc., MA