Lelah yang Lillah

Capek itu manusiawi. Capek kuliah, capek kerja, capek ngurus keluarga, capek jadi orang yang selalu diandalkan. Dan kadang yang bikin tambah berat bukan lelahnya — tapi perasaan bahwa semua itu nggak ada artinya.
Padahal di sinilah Islam ngasih rahasia yang sering kita lupa: lelah yang sama bisa punya nilai yang beda banget, tergantung niatnya. Berangkat kerja karena terpaksa, ya cuma dapet gaji. Berangkat kerja diniatkan nafkahin keluarga dan jauhin diri dari yang haram? Setiap tetes keringatnya dihitung ibadah. Begadang ngerjain tugas karena panik, ya cuma dapet ngantuk. Diniatkan menuntut ilmu karena Allah? Malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu.
Jadi kamu nggak perlu nambah beban baru. Cukup upgrade niatnya — lelah yang sama, nilai yang beda.
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS An-Najm: 39)
Hari ini sebelum mulai aktivitas, bisikkan: "Ya Allah, lelahku hari ini untuk-Mu." Lima detik doang, tapi mengubah seluruh nilai harimu.
— Kang Andri Lupias
Pembina Attasis Masjid Peradaban