Circle Pertemanan: Upgrade atau Downgrade Imanmu?

"Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka perhatikan siapa yang kamu jadikan teman dekat." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
1. Teman itu kayak parfum atau asap
Rasulullah ﷺ ngasih perumpamaan: teman baik itu kayak penjual minyak wangi — minimal kamu kecipratan wanginya. Teman buruk kayak pandai besi — kalau nggak kebakar, ya kena asapnya (HR. Bukhari & Muslim).
2. Red flags circle
Ngajakin ninggalin shalat "sekali doang"
Normalisasi ghibah sebagai "spill the tea"
Bikin kamu malu untuk jadi lebih baik
Pulang nongkrong, hati makin kosong
3. Green flags circle
Ngingetin shalat tanpa nge-judge
Bisa diajak deep talk soal hidup & akhirat
Seneng liat kamu berkembang
Habis ketemu mereka, kamu pengen jadi lebih baik
4. Bukan berarti pilih-pilih teman secara sombong
Berteman sama siapa aja boleh — dakwah malah harus luas. Tapi teman dekat, yang dengerin curhatmu dan membentuk kebiasaanmu, itu harus diseleksi. Kamu nggak bisa terbang bareng elang kalau tiap hari nongkrongnya sama ayam.
Action item: cek 5 orang terdekatmu. Mereka narik kamu ke surga, atau ke arah sebaliknya?
— Kang Andri Lupias
Pembina Attasis Masjid Peradaban